Senin, 02 Februari 2015

Peradaban Hukum

 
Peradaban dan Pemikiran Manusia Setelah Kematian
 
Oleh:                                                                                                                     Muhammad Murjani
Kehidupan manusia pada umumnya, ada awal permulaan dan ada pula akhir dari segala permulaan. Awal permulaan kehidupan dan/atau akhir dari kehidupan yang fana ini adalah merupakan natural law yang konkrit adanya. Yaitu kekuatan hukum yang bersumber dari yang merupakan segala sumber hukum yang konkrit pada permulaan yang dipandang abstrak keberadaannya. Yaitu adanya kematian aleh karena adanya kehidupan, yakni diantara kedua bentuk pristiwa tersebut merupakan suatu sebab dan akibat yang tidak akan terpisahkan hingga akhir zaman, atau sampai  penghancuran semesta ini. Tidak ada yang kekal satu jua pun di dalam semesta ini.
Paradigma Dalam Pemikiran Manusia
Kerangka pikiran yang ada dalam logikanya seorang manusia itu pada hakikatnya adalah suatu paradigma dari sesuatu yang rahasia kepada sesuatu yang nyata, dari sesuatu yang bersifat abstrak kepada sesuatu yang konkrit. Boleh dikatakan diantara sesuatu yang bersifat absrtak dan konkrit. Dari berbagaimacam bentuk kejadian atau pristiwa yang melahirkan sebuah fenomena alam dan makhluk hidup yang menyertainya. Jika boleh ini dikatakan penemuan pemikiran baru yang kini telah tersurat dalam sebuah opini sederhana ini, dalam memberikan sebuah solusi pada segala aspek kehidupan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Konon kata pemikir di luar sana, dari berbagai pendapat, analisa dalam memahami istilah sebuah paradigma  ini, akan memberikan penafsiran yang jauh dari pemikiran penganut aliran positivisme. Mungkin paradigma yang akan lahir dari persfektif penulis ini akan menimbulkan berbagaimacam pertanyaan baru yang timbul dari berbagai pemikir. Banyak pendapat yang memberikan penafsiran yang berbeda-beda pada paradigma itu, seperti halnya istilah “teori” , istilah “paradigma” yang mana telah menjungkirbalikan para pemikir, ilmuan dari berbagai aliran. Yang dalam setiap hitungan waktunya hanya untuk menemukan suatu penemuan baru tentang suatu objek dan subjek yang mereka pikirkan. Apakah paradigma itu? Banyak para pakar berpendapat dalam memahami dari istilah paradigma itu. Sebagaimana diantaranya penulis akan mengutip dari salah satu pendapat para ilmuan Liek Wilardjo, ketika berbicara tentang paradigma itu beliau mengatakan paradigma itu adalah suatu kerangka keyakinan dan komitmen para intelektual. Kemudian lagi dari pendapat gagasan yang dikemukakan oleh Thomas Kuhn, apa yang disebut dengan paradigma itu? sesuai dengan pandangan teori yang dikembangkannya, paradigma selalu berkaitan erat dengan revolusi keilmuan, atau perkembangan para pemikir dalam mengembangkan perkembangan keilmuan. Thomas Kuhn memberikan berbagai konsep yang dipopulerkan oleh Robert Freindrichs dalam ilmu sosiologi. Yang mana, konsep yang dikemukakan oleh Kuhn itu adalah sesuatu yang bersifat metateoritis. Namun jika itu ditelaah secara mendalam tidak semua hal yang akan dapat diambil dari pandangan kuhn itu. Paradigma dapat dinyatakan pada klsifikasi tertentu, seperti halnya pada sebuah pernyataan realitas sosial, yang mana misalkan dalam perspektif aliran positivisme menyimpulkan bahwa paradigma dalam kenyataan yang ada dalam masyarakat itu adalah pola-pola atau tatanan yang stabil yang dapat ditemukan sebagai suatu ketentuan dalam mencapai tujuan. Kemudian dalam perspektif critical , yang mana dalam kenyataan sosial yaitu suatu kompliks yang diisi/ dipenuhi oleh unsur dari sebuah struktur kerangka pemikiran yang tersembunyi. Dalam konteks ini penulis akan mencoba menyelami ke dasar dari paradigma itu, apa sebenarnya paradigma itu?
Paradigma dalam perspektif hakikat atau keyakinan yang berkedudukan diantara sesuatu yang nyata dan yang tersembunyi/ rahasia. Paradigma itu adalah Tuntunan yang bersumber dari keyakinan yang mantap(tahkik), yang terwujud pada suatu keadaan nyata. Adapun paradigma itu bisa saja baik dan bisa juga buruk. Jadi paradigma itu akan melahirkan dua bentuk revolusi baru dalam peradaban dan pemikiran manusia itu, yaitu diantara baik dan buruk itu. Tetapi bukan suatu pengetahuan baru yang dipikirkan dewasa ini oleh berbagai aliran itu, namun sudah ada dan terdahulu adanya. Yang mana dalam revolusi tersebut akan sangat berpengaruh pada metaparadigma yang sebelum muncul atau lahir dalam sebuah wujud kenyataan adanya. Apa itu metaparadigma? Misalkan penulis yang membuat secoret coretan sampah ini adalah seorang pembantu dalam sebuah urusan rumah tangga, yang mana di dalam rumah tangga itu seorang pembantu ini biasa melakukan sesuatu tugasnya sebagaimana layaknya seorang pembantu, yang lazimnya adalah mematuhi segala perintah dari segala perintah yang diperintahkan majikan kepada pembantunya. Kemudian disisi lain, seorang pembantu itu membangkang atau tidak mematuhi atas apa yang telah diperintahkan majikan kepada pembantunya itu. Nah apakah dari perilaku atau perbuatan pembantu tersebut telah melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang salah atau benar? Dan dari perbuatan atau perilaku dari majikan yang memberikan perintah dan tugas itu salah atau benar? Dalam hal ini apakah saudara sudah menemukan jawabannya? Jadi saudara, diantara dua pristiwa yang terlihat nampak dalam sebuah situasi diantara tertib dan chaos, baik dan buruk itu, yaitu seorang pembantu yang membangkang atas perintah majikan itu, dan seorang majikan yang karena merasa dia berkuasa dan mampu untuk membayar seorang pembantu itu, kemudian saudara apakah bisa menelaah dan mengkaji lebih dalam apa itu paradigma dan apa metaparadigma itu sebenarnya? Jawabnya adalah
“paradigma itu ada oleh kerana adanya metaparadigma.”
Dalam pemikiran manusia pada umumnya, metaparadigma merupakan fase awal dalam suatu pristiwa yang akan melahirkan paradigma yang akan terwujud dalam sebuah bentuk prilaku dan/atau perbuatan atau tindakan yang akan melahirkan sebab dan akibat dalam sebuah fenomena pada peradaban manusia didalam kehidupan. Namun dalam hal tersebut manusia pada umumnya tidak mengenal hakikat itu sebenarnya. Melainkan hanyalah yang mengenal dan mengetahui paradigma itu adalah dari yang memiliki metaparadigma itu.
Jadi apakah diantara metaparadigma;paradigma itu merupakan suatu pernyataan yang berbeda? Baik saudara, saat ini saudara sedang membaca tulisan sampah ini, yang mana pikiran saudara tanpa disadari, bahwasanya saudara telah diajak menerawang keluar dari logika atau akal sehat yang ada dalam lapisan tingkat rasio saudara, dengan menyelami kedasar metaparadigma;paradigma tersebut pada sebuah pristiwa konkrit. Sungguh saudara, jika saudara memperhatikan pada suatu kejadian yang nayata di depan mata saudara, mungkin dan bahkan nyata dalam keseharian itu selalu ada, dan ditemukan dimana saja adanya. Saudara akan menemukan yang namanya kematian pada seorang makhluk(manusia) pada umumnya yang telah melahirkan paradigma dan fenomena dalam kehidupan itu.
Bagaimanakah Peradaban dan Pemikiran Manusia Setalah Kematian?
Sebelum adanya peradaban manusia dalam kehidupan ini, sudah tentu terlebih dahulu ada, oleh karena adanya suatu adab dari jati diri manusia, yang mana dari adab tersebut sebelum adanya adab sudah tentu terlebih dulu ada oleh karena adanya paradigma itu, kemudian paradigma itu ada oleh karena adanya metaparadigma, dan metaparadigma itu ada oleh karena adanya dari segala sesuatu  yang sudah Ada. Kemudian timbul pertanyaan lagi. Apa maksudnya dari segala sesuatu yang sudah Ada itu? Baik saudara. Dalam menjawab pertanyaan ini tentu saudara harus memeperhatikan secara lahiriyah dengan mata dzohir saudara yang dianugrahi dapat melihat segala sesuatunya yang ada di hadapan saudara di saat ini atau lusa, untuk mengamati seorang manusia yang sedang terbaring, duduk, berdiri, dll. dalam keadaan tidak bernyawa atau mati (kematian).
Dalam kehidupan ini ada kehidupan dan ada kematian, ada peradaban dan ada kebiadaban. Yang mana dari pristiwa kematian itu adalah akhir dari segala peradaban dan kebiadaban dalam kehidupan.
Manusia yang merupakan makhluk hidup yang merupakan ciftaan dan bukan yang menciftakan. Dalam rahasia paradigma/ keyakinan yang lebih dalamnya adalah keimanan atau kepercayaan. Metaparadigma yang merupakan fase awal dari paradigma adalah metaparadigma yang merupakan tingkat dari metaparadigma yang bersifat  rahasia. Atau yang dikatakan tersirat belum tersurat. Dan kemudian berwujud dalam bentuk yang tersurat yang melahirkan sebuah adab dan peradaban dalam kehidupan. Dan dengan demikian nampaklah pada kenyataan adanya sebuah fenomena dalam peradaban pemikiran manusia itu adalah awal dan akhir dari sebuah kehidupan yang merupakan wujud dari kenyataan paradigma itu.
Jadi apakah,, jika boleh mengatakan, kita sebagai makhluk yang beradab dan berperadaban ini, yang telah diberi bentuk organ/ tubuh yang secara lahiriyah itu baik dan bahkan boleh dikatakan sempurna ini sudah mengenali diri kita yang sebenarnya! Denagn dasar paradigma yang merupakan titipan yang dititipkan pada setiap sub organ yang kelak akan melahirkan fenomena peradaban dalam pemikiran yang serba mati dari kehidupan yang fana ini, dan bahkan yang harus dileburkan atau dihancurkan. Mengapa demikian? Jika kita tidak mengenali arti dan maksud dari kematian itu, maka janganlah kita merasa dalam kehidupan ini sebagai sosok seseorang yang paling baik dan beradab serta berperadaban. Mengapa demikian? Karena ada kehidupan setelah kematian dan adanya kematian oleh karena adanya sebuah kehidupan.
Jadi jika kita sudah merasa diri kita ini adalah sebagai seorang yang paling baik adab dan peradabannya, maka itu adalah bukti dari sebuah paradigma yang buruk dari pemikiran seorang itu. dan jika sebaliknya, kita tidak merasa paling baik adab dan peradaban yang ada ini, maka itulah bukti dari paradigma yang baik, atau beradab yang sebenar- benar beradab. Maka dari itulah adanya peradaban itu oleh karena adanya peradigma, yang mana bisa berakibat baik dan juga bisa berakibat buruk. Jadi dalam pemikiran manusia yang sungguh nampak terlihat beradab/tertib apakah itu sudah bisa diklasifikasikan kedalam golongan beradab, dan jika sebaliknya dalam pemikiran manusia yang terlihat buruk itu bisa dikatakan tidak beradab? Semuanya tidak akan menemukan jawaban itu jika kita tidak mengenal apa arti dan rahasia kematian dan kehidupan itu sebenarnya. Dan akan terjawab saudara, jika paradigma itu telah terbuka dari suatu yang rahasia itu menjadi nyata dalam wujud adanya.
Itulah saudara arti penting dari sebuah peradaban yang sebenar-benar peradaban, dalam kerangka pemikiran manusia yang berparadigma atau berkeyakinan, berkomitmen dalam menjalani kehidupan, baik dalam lingkup masyarakat, berbangsa, dan bernegara, yang mana hendaknya, kita hendaklah selalu berkomitmen dalam tuntunan yang sebenar-benar tuntunan yang terbuka, adil, jujur, dan bijaksana. Karena sesungguhnya kehidupan dunia ini tidak akan mengekalkan kita saudara. Jangan terbalik paradigma itu dengan mengatakan kehidupan dunia ini adalah sesuatu yang dikekalkan dan akan mengekalkan. Sungguh jika dengan paradigma yang demikian itu ada pada diri kita, maka masyarakat, rakyat, bangsa, dan negara ini, akan hancur oleh karena ulah dari prilaku kita sendiri. Itulah rahasia alam yang telah menghancurkan, membinasakan makhluk hidup dimuka bumi ini, karena kebencian alam adalah wujud dari kemurkaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Selesai
Penulis:Muhammad Murjani/////email:muhammadmurjani910@yahoo.com
Mahasiswa STIH Sultan Adam Banjarmasin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar